Tuesday, 15 November 2011
Tissue? Big No
Tissue di atas adalah tissue kotor. Tadi saya tidak membawa handuk kecil yang biasa saya bawa untuk mengelap keringat karena handuk tersebut sedang dicuci. Saya jarang sekali menggunakan helaian tissue. Saya lebih suka memakai handuk kecil, handuk yang sudah menemani hari-hari berkeringat saya sejak masih putih-biru. Saya memang tidak bisa memberikan kontribusi yang besar kepada bumi tapi dengan penggunaan lap handuk, saya bisa menyelamatkan setidaknya nyawa satu pohon.
Bagi saya, penggunaan tissue adalah jauh dari praktis.
Alasan pertama: tissue lebarnya terbatas. Jika saya dalam aktivitas sehari-hari menggunakan tissue untuk mengelap keringat, tidak terbayang berapa lembar tissue yang akan saya gunakan
Alasan kedua: pemborosan. Tissue jika sudah habis harus dibeli lagi dan tidak mungkin kita membeli tissue yang berkualitas rendah karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Bila dibandingkan, pengeluaran membeli tissue dengan mencuci sapu tangan/lap handuk pasti akan lebih hemat mencuci sapu tangan/lap handuk karena benda tersebut bisa digunakan secara kontinu
Alasan ketiga: lap handuk/sapu tangan memiliki daya serap yang lebih daripada tissue
Selain ketiga alasan di atas sebenarnya alasan utama saya adalah karena saya ingin turut serta menyelamatkan lingkungan. Haha muluk ya kelihatannya tapi saya sangat perihatin akan kebiasaan manusia jaman sekarang. Di toilet umum di kampus maupun di mall saya sering menemukan tempat sampah penuh dengan tissue. Jika saya perhatikan, orang-orang cenderung serakah dalam penggunaan tissue. Sekali pakai pasti akan mengambil 2-3 helai dan kebanyakan tissue yang digunakan adalah tissue yang berlapis 2. Saya membayangkan, berapa banyak tong sampah yang ada di kampus dan mall. Berapa banyak kampus dan mall yang ada di negara ini. Bila semua dikalikan pasti akan menjadi wajar bahwa luas hutan semakin lama semakin menyempit. Ini baru kontribusi dari produksi tissue, bagaimana kabar produksi kertas dan mabel? Membayangkannya saja membuat bulu kuduk berdiri :-|
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment