Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke kebun binatang. Kebun binatang ini bagus, sangat bagus tapi memiliki satu kekurangan yaitu tong sampah yang tidak dipisahkan. Menurut saya, tong sampah yang dipisahkan adalah salah satu cara mengurangi tumpukan sampah karena masih ada sampah yang dapat didaur ulang dan masih mempunyai nilai. Karena pada hari saya berkunjung kebun binatang tersebut dipenuhi pengunjung, saya melihat banyak sekali sampah, khususnya plastik, berceceran. Ini yang membuat kenapa negara kita tinggal tidak juga bersih dan menjadi hunian yang nyaman, karena masyarakatnya sendiri tidak peduli.Sebenarnya banyak foto yang saya ambil sebagai bukti tapi sayangnya foto tersebut tidak sengaja terhapus oleh ayah :-(Kebun binatang yang saya kunjungi itu sangat edukatif. Selain memajang banyak binatang, disana dicantumkan pula informasi tentang binatang itu serta tingkat kelestariannya. Menurut yang saya baca disana, harimau bali dan harimau jawa sudah dinyatakan punah. Tersisa harimau cantik yang saya foto diatas yaitu harimau sumata (panthera tigris sumatrae). Setelah saya internet-surfing, saya mendapatkan fakta bahwa ternyata kepunahan harimau di Indonesia ada sangkut pautnya dengan kerusakan hutan! Pengrusakan habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi harimau sumatera saat ini. Pembalakan hutan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 hingga 2000. Harimau jenis ini padahal hanya ada di Indonesia yang berarti mereka adalah warisan dunia tapi mengapa masih banyak yang acuh?Maka dari itu, dengan meminimalkan penggunaan tissue dan benda-benda lain yang tidak ramah lingkungan, kita bukan hanya menyelamatkan hutan tapi juga menyelamatkan isi hutan, salah satunya adalah harimau sumatra. Be forest ranger!
Wednesday, 25 January 2012
Harimau dan Kerusakan Hutan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment