Sunday, 10 June 2012

The Trip (Part I)

First of all, thanks to WWF Indonesia especially GFTN for this superb opportunity. Sungguh beruntung saya bisa terpilih untuk ikut dalam trip ke Danau Sentarum. Banyak hal yang ingin saya bagi jadi jangan bosan meng-scroll ke bawah ya :-D


Trip yang mendebarkan ini berlangsung selama 6 hari. Pada tanggal 20 Mei pagi, saya terbang ke Jakarta dan bertemu Kak Dita disana dan kemudian berangkat ke Pontianak bersama-sama. Ini adalah kali pertama saya terbang ke Kalimantan jadi saya sangat bersemangat. Penerbangan Jakarta-Pontianak memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Ketika pesawat mulai meyiapkan posisi landing, saya melihat ke jendela dan menemukan hamparan luas nan hijau. Beyond imagnition! Saya hanya bisa terkagum-kagum dengan pemandangan spektakuler yang biasa hanya saya lihat via televisi. Dan yang lebih membuat saya tidak berkedip adalah yang terbentang di hadapan saya berada di Indonesia, negara tempat saya lahir dan tinggal dan mengabdi.


Di Pontianak saya ke berbagai macam tempat menarik. Saya memang beruntung sepertinya karena saya ada di Pontianak tepat dengan diselenggarakannya Gawai Dayak. Saya datang tepat pada malam pembukaan festival budaya ini. Di dalam Gawai Dayak, terdapat banyak stand yang menawarkan kerajinan tangan. Ada pula panggung yang menampilkan lomba menyanyi lagu dayak. 

Ini adalah salah satu contoh baju adat Dayak. Hand-made and very unique


Kak Dita, me, Michael

Sebelum ke Gawai Dayak, saya bersama yang lain mampir untuk makan malam dengan bubur pedas. Ini hal lain yang saya suka tentang Kalimantan. Kulinernya maknyus!

Michael, me, Kak Dessy

The good thing is ternyata orang-orang yang baru saya kenal ini adalah orang yang selalu menyambut orang baru dengan hangat. Lagi-lagi saya beruntung karena selain dapat spot yang menarik untuk dikunjungi, saya juga punya keluarga baru di seberang pulau hihi.

Keesokan harinya saya diajak berkeliling kota Pontianak oleh Kak Lia dan Bang Supri. Saya diajak untuk melihat keraton.



Me and Kak Lia


Quran tertua dan ditulis tangan



Sehabis dari keraton, kami melanjutkan perjalanan ke Gedung Khatulistiwa. Gedung ini merupakan monumen sebagai tanda bahwa khatulistiwa melewati kota ini tepat di titik monumen ini berdiri.

Me and Bang Supri



No comments:

Post a Comment